Cerita Inspirasi dari Sedekah.. Subhanallah

SEDEKAH TIAP HARI, HARI JUMAT , DAN PAGI HARI

Masjid Ini Bagikan Kopi Dan Nasi Bungkus Gratis Bagi Yang Sholat Berjamaah Tepat Waktu. Tidak semua kaum Kisah-Inspiratif-Kakek-92-tahun-yang-Sedekah-150-Bungkus-Nasi-Setiap-Jumatmuslimin akan dimudahkan oleh Allah untuk melangkahkan kakinya menuju masjid saat mendengar panggilan adzan. Untuk menarik perhatian dan meningkatkan kedisiplinan berjamaah di masjid, Ada sebuah cara unik yang dilakukan oleh pengurus Masjid ‘KH. Moh. Abdullah Muchtar’ agar bisa menarik warga di sekitar masjid agar mau melaksanakan sholat berjama’ah lima waktu di masjid tersebut. Masjid yang beralamat di Jalan Jetis Kulon I No. 15-17, Wonokromo, Surabaya itu ‘memancing’ animo kaum muslimin untuk sholat berjamaah dengan menyediakan kopi gratis bagi yang melaksanakan shalat lima waktu di sana.

“Iya, untuk menjaring warga sekitar supaya gemar shalat berjamaah dan betah berlama-lama di masjid,” terang Abdul Kholiq, Salah satu pengurus masjid. Rupanya ide itu mendapatkan respon baik dari warga sekitar. Menurut Abdul Kholiq, Masjid yang dibangun sejak 6 Maret 2015 lalu ini selalu ramai oleh jama’ah yang ingin melaksanakan shalat. “Alhamdulillah, jamaah 5 waktu di sini selalu ramai,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Ia mengaku, sejak pertama masjid itu diresmikan, sejak itu pula ia menyediakan kopi gratis bagi jama’ah yang datang untuk melaksanakan sholat. Alasannya, hanya sebagai pancingan dan agar jama’ah betah berada di masjid. “Tiap hari kita sediakan satu termos besar. Alhamdulillah, biasanya tidak sampai maghrib sudah habis dan mesti diisi ulang,” jelasnya. Bahkan Abdul Kholiq juga menyertakan nomor telepon petugas yang bisa dihubungi jika jamaah mendapati kopi, gula atau air panas habis.

“Yang mau tinggal ambil dan tuang sendiri. Tapi gelasnya jangan lupa dicuci,” tambah Abdul Kholiq. Untuk operasional logistik kopi sendiri, kata Kholiq, berasal dari kas masjid dan terkadang ada sumbangan dari jama’ah. “Kadang kalau sedang tidak ada, pakai dari yayasan,” ungkapnya. Masjid ‘KH. Moh. Abdullah Muchtar’ ini sendiri berada dibawah Yayasan Walsama (Wahana Amal Sesama Makhluk Allah).

Dan bukan hanya kopi yang disediakan oleh masjid ini, Karena setiap Jum’at pagi pengurus masjid juga selalu membagikan nasi bungkus yang diperuntukkan bagi para tukang becak yang banyak mangkal di sekitar masjid.

“Tiap Jum’at pagi, Alhamdulillah.. kita juga selalu bagi-bagi nasi bungkus. khususnya untuk tukang becak, dan warga sekitar. Jumlahnya sekitar seratus sampai dua ratus,” pungkas Abdul Kholiq seperti dilansir dari Hidayatullah.

=============================================================

Karena Diremehkan, Orang Ini Pura-pura Jadi Tukang Becak Untuk Serahkan Sedekah 300 Juta

Pandangan manusia seringkali tertuju pada penampilan maupun harta yang nyata dipakainya. Manusia lebih menghargai mereka yang menaiki mobil mewah, berbusana mahal dan penampilan fisik yang rupawan.

Sementara itu, orang yang memiliki fisik tidak terlalu rupawan, harta yang tidak seberapa serta kendaraan yang apa adanya seringkali menjadi buah ejekan bahkan hinaan. Padahal manusia terbaik dalam pandangan Allah adalah manusia yang memiliki akhlak dan ketakwaan yang baik.

Terkisah di sebuah daerah perkotaan yang tengah merencanakan pembangunan masjid, Pengurus masjid kekurangan dana dalam mencapai pembangunan tersebut. Segala upaya yang dilakukan sudah dikerahkan sekuat tenaga, namun hanya sedikit saja warga yang mau menyumbang dan itu pun dalam jumlah dana yang kecil sehingga pembangunan yang harusnya bisa beres dalam waktu yang cepat akhirnya harus ditunda dahulu karena kekurangan dana.

Di tengah kebingungan tersebut, ketua panitia pembangunan masjid didatangi oleh seseorang yang menggunakan pakaian yang seadanya. Si ketua panitia segera menjawab salam dan menengok dahulu dari jendela siapakah gerangan yang berkunjung ke rumahnya tersebut. Dengan sifat orang perkotaan yang sedikit melihat materi, si ketua panitia tersebut hanya fokus mengecek apakah tamu yang datang kepadanya menggunakan kendaraan seperti mobil atau motor.

Namun rupanya tamu yang datang tersebut tidak menggunakan kendaraan apapun dan sempat terbesit dalam benak si empunya rumah, “Untuk apa sih orang miskin tersebut datang kesini?”

Karena memang tamu tersebut sudah ada di depan pintu, akhirnya si ketua panitia mempersilakannya untuk masuk dan menyuruhnya untuk duduk. Setelah beberapa menit menanyakan tentang kedatangannya ke kediaman ketua panitia pembangunan masjid, akhirnya tamu tersebut bertanya, “Kira-kira berapa dana yang dibutuhkan Pak untuk pembangunan masjid tersebut?” Karena merasa bahwa tamunya bukanlah orang kaya, dengan ketus dan sedikit meremehkan, si ketua panitia berkata, “Sekitar 300 jutaan sih.”

Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkannya, akhirnya tamu tersebut berpamitan dengan sebelumnya memberikan nomor ponsel miliknya. Ia berpesan kepada ketua panitia, “Pak kalo bisa besok atau lusa sempatkan waktu untuk datang ke kantor Agama untuk mengurusi surat-surat pembangunan. Namun sebelum itu sebaiknya bapak menelepon saya terlebih dahulu ke nomor ini. Insyaallah mudah-mudahan ada rezeki untuk pembangunan tersebut.”

Meski sempat sedikit tidak percaya, namun si ketua panitia mengiyakan dan malam harinya ia berkata kepada panitia lainnya tentang kedatangan tamu yang dialaminya sore tadi. Sebagian dari panitia tersebut ada yang berkata ketus, “Sudahlah jangan urusin orang itu. Biarkan saja. Coba, darimana orang tersebut bisa dapat uang segitu untuk pembangunan masjid kita ini?”

Karena omongan beberapa rekannya tersebut, sang ketua panitia akhirnya memutuskan untuk tidak datang ke kantor Agama esok harinya.

Siang harinya, dengan idzin Allah seorang warga yang sekaligus jamaah yang ada di sana ingin mengambil sebuah mobil di show room dan ingin ditemani oleh sang ketua panitia. Maka berangkatlah mereka berdua ke show room yang ternyata berdekatan dengan kantor Agama.

Saat telah selesai mengurus transaksi pengambilan mobil, mereka berdua pun beranjak pulang. Saat melihat ke arah kantor Agama, ketua panitia merasa penasaran dan berkata kepada rekannya tersebut, “Gimana kalau kita datang aja ke kantor Agama da menelepon tamu yang kemarin?” Meski sempat ragu, akhirnya rekannya tersebut mengiyakan juga.

“Assalamualaikum pak ! Gimana jadi mau menyumbangkan untuk pembangunan masjid yang kemarin? Saya tunggu Bapak sampai jam 11 pas. Jika Bapak terlambat, saya tidak akan menunggu karena saya banyak urusan.” Begitulah pernyataan ketua panitia tersebut saat menelepon tamu yang kemarin datang ke rumahnya.

Saat jam menunjukkan pukul 11 lebih 5 menit, keduanya berinisiatif untuk pulang. Namun dari kejauhan tampak sosok tamu yang kemarin datang dan tengah menaiki becak menghampiri kantor Agama.

Ia pun berkata, “Maaf Pak saya sedikit telat. Mari kita sama-sama langsung masuk saja ke kantor Agama.” Mereka pun masuk dengan didahului oleh tamu tersebut.

Saat berada di ruangan yang dituju, tamu yang telah ditunggu oleh ketua panitia dan rekannya tersebut langsung mengeluarkan uang dari tasnya dan menyuruh kepada petugas kantor Agama agar segera menghitungnya dan membuat kwitansi serah terimanya. Dengan santai ia berkata, “Tulis saja sumbangan ini atas nama Hamba Allah dan tidak usah menulis nama saya. Pencatatan ini memang diperlukan sebagai arsip dan memang Allah menyuruh agar setiap transaksi haruslah dicatat, apalagi menyangkut harta benda.”

Yang paling membuat kedua panitia pembangunan masjid terkejut adalah jumlah uang yang dikeluarkan oleh orang tersebut yang berjumlah 300 juta rupiah. Dengan sedikit rasa malu bercampur rendah diri, keduanya menundukkan pandangan karena kemarin dan pas datang tadi mereka sempat meremehkan orang tersebut yang dikira orang miskin.

Namun setelah diselidiki, ternyata sosok sederhana tersebut adalah seorang pengusaha kebun kopi yang sudah memiliki kekayaan melimpah namun tetap tidak sombong dengan kekayaannya.

Subhanallah…. semoga Allah mengkaruniakan rezeki yang melimpah kepada kita semua tanpa sedikit pun membuat kita jauh dari beribadah kepadaNya serta mudah-mudahan dijauhkan dari sikap bermewah-mewahan akan titipan Allah tersebut.

====================================================

Keistimewaan Sedekah Di Pagi Hari

Pemuda itu adalah pedagang asongan yang menggelar dagangannya di emperan toko stasiun bojonggede. Potongan ala anak muda jaman sekarang yang trendy dan sebuah anting tersemat di telinga sebelah kirinya model anak band yang digandrungi ABG. Tak sedikitpun aku memperhatikannya sampai ketika lewat seorang pengamen buta di depannya. Pemuda itu berdiri menghampiri dan memberikan sedekahnya dengan riang.

Sungguh aku terpesona dengan pemandangan itu. Sebuah pemandangan yang menurutku amat kontras. Penampilan macam anak muda itu bagi sebagian besar orang termasuk aku, biasanya jauh dari nilai-nilai religius atau etika. Tapi terlepas dari anak muda tadi menjalankan ajaran agama yang dianutnya, bagiku apa yang dilakukan pagi itu pasti keluar dari sebuah nilai yang tertanam dalam dirinya. Barangkali ia berpikir, memulai hari dengan sebuah kebaikan yakni sedekah, akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya pada hari itu. tau bahkan ia tak berpikir apapun ketika memberikan sedekah itu. Tapi ia telah menanamkan kebaikan pagi itu, mengajariku lebih memahami arti keikhlasan dalam sedekah.

Aku mesti banyak belajar tentang sedekah. Terkadang, ketika akan bersedekah, kita masih berpikir layak tidaknya orang itu diberi sedekah, atau sisa uang yang sudah terbatas sehingga masih berhitung cukup nggak ya nanti, yang menandakan keikhlasan dalam diri kita masih perlu dipertanyakan lagi. Mengapa masih berpikir? Padahal Rasulullah SAW telah bersabda, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.” Dalam hadis lain, Rasulullah juga menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’.Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

Padahal Allah SWT pun telah menjanjikan, setiap sedekah yang kita niatkan dengan ikhlas, akan diganti oleh Allah 10 kali lipat. Bukankah sedekah adalah harta kita yang sesungguhnya, yang akan menolong kita di hari pembalasan nanti. Sementara harta kita yang digunakan untuk kepentingan duniawi, akan musnah sebagaimana musnahnya tubuh kita yang menyatu dengan tanah.

Jadi mengapa masih menahan sedekah?

Teman, ada suatu keistimewaan tersendiri melakukan sedekah pada waktu pagi hari, karena tiap pagi dua Malaikat turun mengawal sedekah. Satu malaikat bertugas mendoakan keberkahan harta bagi mereka yang bersedekah. Satunya lagi mendoakan kebinasaan harta bagi yang enggan bersedekah.

“Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya’. Sementara yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Menafkahkan harta dipahami sebagai membayar zakat, infak, dan sedekah. Setidaknya, seorang Muslim wajib mengeluarkan zakat atas hartanya yang sudah mencapai nishab, juga mengeluarkan zakat penghasilan (zakat profesi) sebesar 2,5% saja dari penghasilan minimal Rp2,6 juta.

Harta itu titipan Allah Swt. Kita harus berusaha menjadikannya sebagai sarana ibadah kepada Allah, termasuk ibadah harta berupa zakat, infak, dan sedekah. Bantulah kaum dhuafa, bantulah sesama, karena kita pun membutuhkan bantuan Allah Swt.

“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” 
 (HR Muslim).  Wallahu a’lam.
Sumber:(mel/ddhongkong.org).*

 ==================================

Sedekah Dibalas 10x Lipat

Assalamualaikum, Salam ukhuwah ustadz dari saya. Seusai seminar ustadz menganjurkan sedekah bagi semua peserta.Waktu itu uang tinggal 40 ribu lagi, belum waktu itu bensin mobil sedikit lagi,terus perut keroncongan. Tetapi saya ingin bersedekah untuk meyakinkan perkataan yang disampaikan ustadz.Saya sedekahkan uang 20 ribu ke Dompet keajaiban Sedekah,yang 20 ribunya lagi saya belikan bensin.

saya bingung waktu itu,saya makan bagaimana,terus saya mampir ke ATM tuk cek uang. Allahu akbar, di ATM ada yang transfer 200 ribu. Entah dari siapa uang itu. saya ambil 100 ribu untuk makan. sisanya 100 ribu ana sedekahkan lagi ke Dompet keajaiban Sedekah. Alhamdulillah,besoknya saya dapat uang 1 juta dari teman. Kejadian ini terus berlanjut sampai sekarang.dan saya dawamkan untuk sedekah terus setiap hari. Saya yakin sekarang dengan sedekah,masalah saya bisa teratasi dan selesai sedikit demi sedikit.terimakasih ustadz atas tausiyahnya. Hormat saya.
Sugeng – Cimahi.

Berobatlah Dengan Sedekah

Istri saya haidnya tdk normal, yaitu terus menerus keluar darah walau sedikit selama 3 bulan berturut-turut setiap hari, saya bawa ke dokter, diperiksa dan diberi resep, kami beli obat dan istri saya meminumnya sesuai anjuran, setelah obat habis darah haid masih tetep keluar terus menerus, kami datang lagi kedokter istri saya diperiksa dan di beri resep, kami beli obat lagi, tapi hasilnya masih nihil tidak ada perubahan,kami datang lagi kedokter disarankan istri saya agar di kiret, kami nurut, istri saya menjalani kiret, setelah kiret dilaksanakan jarak 2 minggu istri saya masih tetap haid yg tak berhenti atau terus menerus, artinya usaha saya sia2.akhirnya saya bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah, subhanalloh cuma butuh waktu 2 minggu saya bersedekah, istri saya haidnya banyak banget, tetapi setelah satu minggu langsung berhenti, dan subhanalloh haid istri saya kembali normal seperti layaknya wanita yg lain sampai sekarang ,padahal kejadiannya bulan agustus 2006.hampir setahun. bagaimanapun juga hanya Alloh lah yang bisa mencabut semua penyakit di badan kita, bukan dokter ataupun obat-obatan.maka dari itu mari kita “sogok” Alloh dengan sedekah, jangan “sogok” pejabat aja!
Johan – Makasar

Subhanallah…20.000 Jadi 2.000.000,-

Ass.Wr.Wb Berawal dari PHK disebuah perusahaan Consultan Arsitektur saat bulan Romadhon kemarin berlangsung.sa…..ngat bingung untuk bagaimana saya menyikapi masalah itu.karena banyak hal yang harus saya pikirkan dan saya pecahkan, seperti kebutuhan intern dan ekstern dll. Sebelum menjelang Lebaran saya bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah sebesar Rp. 20 rb (maaf tanpa bermaksud Ria),walaupun saya sedang dilanda bingung yang jarang terjadi pada waktu itu, saya berharap kepada Alloh SWT semoga memberikan ketenangan dan mencarikan jalan keluar untuk permasalah yang saya hadapi,khususnya dalam segi materi.Lebaran telah tiba dan selang beberapa hari kemudian saya ditawari oleh teman saya untuk kerja Freeland dengan Orang Dubai untuk mengerjakan gambar Proyek daerah Oman Arab Saudi dengan upah 400.000 perhari yang saya ajukan.setelah 5 hari bekerja dan selesai,maka Mr.Harits rekan nya Mr Sanjai Shing memberi imbalan Rp.2.000.000,-tanpa tawar menawar terlebih dahulu.Subhanallah….. saya baru ingat mungkin itu adalah Shodaqoh yang saya berikan waktu itu. Maka tiada keraguan atas Kehendak Kuasa NYA.Sodaqallahul adziiim
Beni – Bali

Ayahku Rajin Bersedekah Pergi Haji Dimudahkan

Saya adalah seorang anak dimana orangtua saya selalu mengajarkan kita untuk rajin bersedekah, beliau selalu memberi kepada orang yg memerlukan dan meminta bantuan contohnya beliau rajin sekali bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah. Pada tahun 2008 orangtuaku berniat pergi haji papa seorang pegawai Swasta dan sudah lama ingin untuk pergi ketanah suci pada awal tahun 2008 papa dan mama mendaftarkan untuk pergi haji dan sudah bayar seperempatnya dari pendaftaran, dan beberapa bulan kemudian papa diharuskan melunasi semua pendaftaran haji ya sekitar 40 juta tapi pada saat itu papa belum memiliki uang sebesar itu sedangkan hasrat papa untuk lekas berangkat haji sudah besar, pada suatu hari ya pertengahan tahun 2009 papa ingin berkonsultasi ke bank rujukan dimana untuk bayar haji…dan memang papa harus melunasi semua ongkos haji baru bisa berangkat haji pada saat di Bank tersebut papa bertemu dengan temannya dia seorang pengusaha dan akan menabungkan uangnya dan papa ditanya mo daftar haji ya pak, ‘ ya’ papa menjawab terus papa katakan kalau uang yg didaftarkan tidak cukup lalu temen papa tersebut meminjamkan uangnya sejumlah 40 juta tersebut dan papa langsung disuruh cepat daftarkan dan dia katakan juga jangan bingung untuk tahu cara balikin pinjaman tersebut karena dia tahu papa nanti akan balikin uang pinjaman tersebut. Dia juga mengucapkan selamat kepada papa dan mama yang akan pergi haji…papa sungguh terharu atas bantuan temannya tersebut dan tidak terbayangkan dia sebaik itu meminjamkan uang sebesar itu langsung pada saat di bank itu uang yg dia akan tabung tapi langsung aja dia berikan ke papa….
Irfan – Surabaya

Diganti Dengan Yang Lebih Besar

Saya seorang hamba Alloh yang merasakan karunia yang tak terhingga berkat sedekah, atau sesuatu yang saya keluarkan. Disini saya ingin menceritakan kisah hidup saya, yang menjadi inspirasi bagi saya pribadi untuk tetap mengulurkan tangan, Untuk tetap menjaga tangan selalu di atas, dan untuk tetap menjadi perpanjangan tangan dari Allah kepada orang lain. Saya mengalami pengurangan karyawan di perusahaan saya, hanya bisa pasrah pada saat menerima uang pesangon, Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain menitipkan persoalan ini ke yang Maha Kuasa. Mungkin ini teguran bagi saya, Yang ada dalam pikiran saya hanyalah itu, satu hari setelah tidak bekerja lagi saya memutuskan untuk mencari kerja setelah Bulan ramadhan, saya ingin memusatkan diri saya untuk beribadah ke yang Maha Merencanakan, tapi itulah hanya rencana Saya, keesokan harinya, seseorang dari perusahaan saya memberikan beberapa referensi untuk mengirimkan CV, maka Dengan Bismillah saya mengirimkan itu, sambil berdoa, “jika ini rezeki hamba, maka mudahkanlah, sebenarnya hamba ingin Memusatkan berpuasa di bulan ramadhan”. Alhamdulillah saya mendapat panggilan kerja, hanya setelah 1 minggu dirumah, proses Demi proses saya lalui, hingga tibalah keputusan untuk menandatangani kontrak. Subhanallah, baru dapat pesangon ternyata Rezeki saya dialirkan kembali oleh Yang Maha kaya. Inilah yang menjadi inti testimony saya, setelah terkena PHK saya rajin bersedekah ke Dompet keajaiban Sedekah minimal Rp.10.000 begitu Saya akan transfer yang terakhir kali, saya mendapatkan uang saya bertambah, saya bingung, uang siapa, apakah ada yang salah transfer, untuk itu Saya memastikan dulu uang itu dari mana. Akhirnya buku saya print, subhanallah, ternyata Uang tersebut dari kantor lama saya yang merupakan uang THR. Saya tidak dapat membayangkan betapa Alloh sangat sayang sama Saya, rezeki dengan rezeki Dia kirimkan kepada saya, akhirnya saya selalu rajin bersedekah. Selang satu minggu kemudian, saya mendapatkan tambahan lagi, itu merupakan gaji pertama saya diperusahaan yang baru padahal saya Baru bekerja 2 minggu, Alhamdulillah, Alloh telah mengabulkan doa-doa saya, insya Alloh saya tidak menjadi hamba yang riya dan sombong, Saya yakin ini hanyalah titipan Alloh yang harus saya keluarkan kembali untuk orang-orang yang membutuhkan.
Fajar – Tangerang

Alhamdulillah Berkat Sedekah Anak Sembuh Dari Sakit

Kejadiannya pada saat anak kami berumur 1 tahun waktu itu mengalami sakit buang-buang air yang sangat hebat sampai berat badannya turun 2kg pada mulanya kami anggap itu biasa tapi sudah hampir 3 hari tidak kunjung sembuh, kami sudah ikhtiar dengan membawanya ke klinik terdekat tetapi belum ada kemajuan. Karena kondisi anak yang kian melemah maka kami memutuskan membawanya ke rumah sakit al hasil keputusan dokter anak kami harus segera diopname tetapi kami menolak karena faktor keuangan setelah itu kami membawanya kembali kerumah dengan membawa 3 botol cairan yang diberikan dokter untuk diminumkan ke anak, tetapi belum juga ada kemajuan yang berarti. Akhirnya kami teringat tausiyah Ust yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah, lalu kami mentransfer uang Rp.150.000 ke Dompet keajaiban Sedekah dan apa yang terjadi Alhamdulillah pada hari itu juga anak kami sembuh. “Subhanallah..Allahu Akbar… ini keajaiban bersedekah
Syarif – Bandung

Menyumbang dengan Keikhlasan Hati karena ALLAH SWT

Bapak Mulyono terlilit hutang bermilyar-milyar, bahkan semua harta dan rumah yang beliau miliki akan disita oleh pihak bank. Apa saja yang disumbangkan dengan hati ikhlas, insya ALLOH SWT akan mengangkat segala kesulitan kita.Beliau transfer ke Dompet keajaiban Sedekah sisa uang ditangan sebesar Rp. 300.000 dengan ikhlas dan mata terpejam “Kriiinggg..”, telpon genggam Pak Mulyono berdering tak berapa lama setelah menyumbangkan uangnya. Beliau masih belum percaya adanya keajaiban sedekah karena proposal proyeknya telah disetujui. “Hari Eksekusi” pun tiba, Petugas bank belum datang juga. Dengan hati galau beliau menerima telp petugas bank yang mengabarkan bahwa penyitaan dibatalkan karena proyeknya disetujui. Subhanallah… “Betapa hati saya sungguh terharu, dan direkening bank saya telah masuk uang sebesar Rp. 2 Milyar “Subhanallah..Allahu Akbar… ini keajaiban bersedekah
Mulyono – Jakarta

Sedekah Menentramkan Hati

Saya seorang pendosa,dan saya dikejar-kejar oleh dosa itu.rasa penyesalan ini tak pernah hilang dalam hati,selalu membayangi diri disetiap waktu.hati dan otak saya penuh dengan rasa takut yang amat sangat terhadap azab allah,sehingga membuat saya stres berat. namun saya selalu mendekatkan diri pada allah, seraya selalu berdoa memohon ampun atas dosa-dosa besar yg aku lakukan,dan memohon petunjuk.YA..ALLOH saya harus bagaimana..?,suatu hari saya pergi dan dapat brosur tentang dompet keajaiban sedekah, lalu saya lakukan transfer sebesar Rp. 100rb ke Dompet keajaiban Sedekah, memang tidak seberapa yg saya beri. seketika itu saya meneteskan air mata dan berlalu pergi.setelah itu hal yg luar biasa terjadi pada saya,saya berangsur-ansur menjadi lebih tenang,lebih yakin atas ampunanan ALLOH dan semenjak itu ALLOH selalu memberikan petunjuk pada saya,semakin mantab hati ini, bahwa saya akan diampuni jika pertaubatan saya sunguh-sungguh.
Agus – Bandung

Sedekah membawa berkah

Alhamdullilah syukur ku ucapkan pada allah, setelah satu tahun kami menikah, kami belum juga mendapat keturunan, sempat terpikir apakah ada masalah dengan kesuburan kami, dan sudah banyak tetangga yang mencibir bahwa istri saya mandul, setiap istri saya mengalami datang bulan, dia selalu menangis, akhirnya saya mencoba memutuskan untuk bersedekah dengan menstranfer uang Rp. 20.000 setiap hari ke Dompet keajaiban Sedekah selama bulan ramadhan, dan setelah 1 bulan setelah ramadhan alhamdulilah istri saya hamil dan dalam masa kehamilan istri saya ini luar biasa rezeki yang saya terima hampir setiap hari penghasilan dari jual & servis komputer saya 200rb-500rb perhari ( LUAR BIASA )
Suhartono – Bogor

====================================

1001KisahTeladan – Inilah kisah inspiratif seorang kakek berusia 92 tahun yang selalu sedekah ratusan nasi bungkus di Hari Jumat. Kakek tersebut bisa dipanggil dengan sebutan Mbah Asrori. Sehari-hari Ia mengajar mengaji kepada anak-anak di sekitar rumahnya.

Tidak sekedar mengajarkan kebaikan sedekah kepada anak muridnya, Mbah Asrori memberi contoh amalan baik tersebut dengan bersedekah 150 nasi bungkus lengkap dengan lauk pauknya setiap Jumat.

Kakek yang asli Semarang tersebut, membagikan sendiri 150 nasi bungkus tersebut dengan sepeda onthel kesayangannya. Mbah Asrori berkeliling dengan sepeda membagikan nasi bungkus tersebut kepada pemulung, tukang becak serta siapa saja yang membutuhkan makanan.

Penghasilan bulanan Mbah Asrori dari mengajar ngaji hanya sekitar Rp. 800 ribu setiap bulannya. Separuh penghasilannya tersebut Ia gunakan untuk membeli dagangan penjual nasi bungkus yang seorang janda di kampungnya.

Dengan membagikan nasi bungkus sebagai sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan, yang mana nasi tersebut Ia beli dari janda penjual nasi tersebut, Mbah Asrori tidak hanya menolong yang diberi sedekah tapi juga mnolong ekonomi janda penjual nasi tersebut.

Lima tahun yang lalu, Mbah Asrori telah menunaikan haji dari uang hasil tabungannya sendiri. Jika ditarik dari logika sehat, hampir mustahil beliau bisa berangkat haji dengan penghasilannya yang kurang dari satu juta tiap bulan. Namun disitulah kekuasaan Allah dan hebatnya kekuatan sedekah. Mereka yang ikhlas bersedekah akan Allah ganti rezekinya di dunia dan juga di akhirat.

Semoga menjadi inspirasi penulis dan pembaca. Jum’ah Barokah.

==================================

SEDEKAH tidak harus berupa uang. Bisa juga dengan tenaga dan pikiran. Rasulullah Saw bersabda di hadapan para sahabat, “Setiap Muslim wajib bersedekah.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana bila ia tidak mempunyai apa-apa untuk disedekahkan?”

Beliau Saw menjawab, “Hendaklah ia bekerja sehingga hasilnya dapat ia manfaatkan untuk dirinya dan dapat ia sedekahkan.” Sahabat kembali bertanya, “Bagaimana kalau ia tidak sanggup?” “Hendaklah ia membantu orang yang memerlukan bantuan,” jawab Beliau. (HR Bukhari).

Hadits tersebut diamalkan oleh seorang tukang becak di Klaten, Jawa Tengah. Ia sedekah tenaga dan fasilitas becak yang ia miliki, khususnya hari Jumat. (Baca juga: Keutamaan Sedekah Hari Jumat).

Seperti ditulis Muhsin Suny M dalam bukunya, Menjadi Kaya dengan Sedekah  (Era Intermedia, 2007), seorang tukang becak di Klaten, Jawa Tengah, Kasan, menggratiskan semua penumpangnya setiap hari Jum’at.

Suatu hari, seorang ibu kaya datang dari kota ke desa tempat Kasan tinggal. Tanpa menawar, si ibu langsung naik ke atas becaknya. Tiba di tujuan, si ibu bertanya, “Berapa ongkosnya ?”

Kasan menjawab, “Maaf, Bu. Bukannya saya menolak uang ibu, tapi saya sudah bertekad untuk bersedekah dengan cara menggratiskan biaya tarikan becak setiap hari Jum’at. Kebetulan hari ini Jum’at, jadi Ibu tidak perlu membayar ongkos becak saya.”

Tanpa menunggu tanya, Kasan berbalik mengayuh becaknya. Ia pergi. Sedang si ibu tinggal sendiri. Diam, seakan tak percaya. Namun kejadian yang baru sekejap berlalu itu seperti petir di siang hari yang menyambar kesadarannya. Maklum, selama ini si ibu memang tidak pernah bersedekah.

Merasa belum yakin, Jum’at berikutnya si Ibu kembali datang ke desa Kasan. Kali ini ia hanya ingin membuktikan kebenarannya “sedekah” si tukang becak tadi. Iapun sengaja menunjuk tempat yang lebih jauh. Dan ketika sampai, betul saja. Kasan mengungkapkan hal yang sama.

Si ibu yang makin penasaran, justru minta diantarkan ke rumah Kasan. Ia ingin sekali mengenal lebih dekat keluarganya. Dengan senang hati, Kasanpun mengayuh becaknya mengantarkan si ibu. Rumah Kasan sangat sederhana. Istrinya seorang yang berjilbab rapih, pertanda kalau ia seorang Muslimah yang shalihah. Dua orang anaknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Dalam keharuan dan kekagumannya terhadap keluarga Kasan, si ibu berkata, “Saya malu dengan Mas Kasan. Selama ini saya tidak pernah bertemu dengan orang yang luar biasa seperti Mas. Mas hidup sederhana bahkan kekurangan, sedangkan saya hidup berkecukupan, bahkan berlebih, tetapi saya tidak pernah mengeluarkan sedekah.

Maka dengan ini, izinkan saya untuk bersedekah atas hidayah Allah ini. Izinkan saya untuk mengajak Mas Kasan sekeluarga untuk naik haji tahun ini dengan keluarga saya.”

Masya Allah… Allahu Akbar! Demikianlah kisah nyata tentang fadilah (keutamaan), faidah (manfaat), dan keajaiban sedekah, khususnya sedekah di hari Jumat. Wallahu a’lam bish-shawabi. (ed/ddhongkong.org).*

=================

Sedekah Setiap Hari Jumat Rp. 100.000,00

Rahasia Allah

“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi ‘Pengusaha Tambang’. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.
. Tahajud oke,
. Dzikir oke,
. dan Wirit oke,
. Sedekah pun oke juga…
Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi ‘Ahli Tambang’.
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari ‘Pertambangan & Metalurgi’ sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN .
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.
Mandiri ITB pun gak lolos.
Si bapak bingung “kok Allah gak ngabulin impiannya sih?”
Dia kepengen anaknya jadi ‘Ahli Tambang’ biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.
Gak jadi tukang tambang tapi ‘Jadi Supir Pribadi’…
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah…
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah.
Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.
Nah… Kebetulan si anak ini jadi ‘Supir Boss Besi’ di Surabaya.
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul ‘Besi Bekas’ di daerah Jawa.
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien.
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus,
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.
Singkat cerita…
2 tahun sudah ini anak kerja jadi ‘Supir si Boss Besi’.
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.
Hati anak ini bergetar.
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya.
Ia sekarang jadi ‘Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah…..
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos ‘Udah Jadi Pengusaha’.
Lucunya…
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.
Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss.
Heran kan?
Gak usah heran!
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter… Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
‘Kegagalan’
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.
Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang…
Alhamdulillah….
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI…
yang waktu itu lolos? Belum tentu.”
Yuk terus doakan anak2 qt. Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah

Kisah nyata yg diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu.

Posted on 18 Januari 2016, in Alquran, Ceramah Islami, Sholat Dhuha. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Mohon Komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: