DOWNLOAD NASYID THE BEST OF OPICK

Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal dengan nama Opick (lahir di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974; umur 37 tahun) merupakan seorang pencipta lagu dan penyanyi religius beretnis Jawa berkebangsaan Indonesia.

Album pertamanya ialah Istighfar dirilis tahun 2005. Sebulan pertama setelah dirilis, album ini mampu mencetak dobel platinum dengan penjualan lebih dari 300 ribu kopi. Dalam album tersebut, Opick memasukkan lagunya yang berjudul “Tombo Ati” ke dalam album solonya. Sebelumnya, Opick memasukkan lagu itu ke dalam album kompilasi “Tausiyah Dzikir dan Nasyid”. Album “Istighfar” sukses di pasaran, hingga menembus lebih dari 800 ribu kopi dan mendapat penghargaan lima platinum sekaligus. Karena aktivitasnya dalam lagu Islami, Opick dinobatkan sebagai duta grup musik Islami Nasyid oleh lembaga ANN (lembaga nasyid nusantara).

Tahun 2006 pria yang mengaku pernah menyanyikan memiliki band yang membawakan lagu-lagu rock itu merilis album keduanya berjudul “Semesta Bertasbih” (2006). Dalam album tersebut terdapat sepuluh lagu, Sebagai lagu hit dalam album tersebut adalah Takdir yang dinyanyikannya bersama Melly Goeslaw. Selain dengan Melly, Opick juga berduet dengan Wafiq Azizah, remaja yang berprestasi sebagai qoriah cilik internasional terbaik dalam lagu “Yaa Rasul”. Ada pula kolaborasi Opick dengan grup nasyid Pandawa Lima di lagu “Teranglah Hati”. Bulan Agustus 2006, tak lama setelah meluncurkan album kedua, Opick mengeluarkan buku berjudul “, OpickOase Spiritual Dalam Senandung”.

Opick yang kita kenal sekarang adalah pelantun lagu rohani, islami, nasyid. Sebelumnya kita hampir tidak tahu siapa dia. Lima belas tahun yang lalu, sesungguhnya dia mulai memiliki sejarah, tapi nyaris tak tercatat.  Jejaknya padam, samar, sayup, terabaikan. Tetapi Opick tak pernah berhenti. Ia terus bernyanyi, menyimpan suaranya ke dalam pita rekaman, sempat melemparkan ke pasar, namun lenyap. Bahkan tanpa bunyi ‘plung’ sebagaimana sebuah benda padat terjun ke dalam genangan air dalam.

 Malam itu Opick bercerita, bahwa orang tuanya sangat religius. Ia ‘bersyukur’ karena tidak cocok dengan orang tuanya. Ia tinggalkan rumah dan mencoba membuat jejak sendiri. Tapi, seolah lelaki yang tak direstui, semua upayanya tak meninggalkan gema. Mungkin kita sedikit terkejut, ketika tahu bahwa Opick sesungguhnya telah memiliki 8 album rekaman. Enam di antaranya, ternyata, beraliran cadas, dan sejak awal diedarkan tidak diterima oleh publik. Bahkan rekaman pertama, karena mengusung tema sosial yang terlalu keras, sempat dicekal. Saat itu rambut Opick terurai panjang, lalu setiap tahun berubah mengikuti tren yang sedang berlangsung di dunia musik anak muda.

 Sepuluh tahun melakukan ‘workshop’, demikian istilahnya, ia terus berjuang. Sampai suatu hari bertemu guru ibunya yang menyambutnya dengan sumringah: “Wah, kamu nanti akan menjadi penyanyi gambus.” Apa maksudnya ya? Rupanya, itulah yang kemudian menjadi brand-image Opick saat ini dengan istilah yang lebih tepat: nasyid. Sepanjang perjalanannya, sebagai penyanyi yang (entahlah, dia tidak menceritakan) mungkin frustrasi, ia terus menulis lagu. Sekitar 600 gita telah dia ciptakan, tapi tak seorang penyanyi, produser, atau kelompok band pun, menyambutnya.

 Malam itu, saya menyimpulkan sendiri, bahwa ada sebuah pencarian tiada henti pada diri Opick. Selama menjadi penyanyi rock, dia tak pernah berani menyisipkan kata Tuhan dalam lirik lagunya. Ia tak hendak mengikutsertakan Sang Maha Pencipta itu dalam baris-baris puisi yang dia lagukan, awalnya, karena takut salah. Penyair Taufiq Ismail memuji kehati-hatian itu, membenarkan kekhawatiran itu: andaikata orang menyanyikan lagu yang mengandung kata Allah di kamar mandi, sambil telanjang atau membuang hajat.

 Tapi kemudian, dengan konsultasi kepada banyak para ulama, akhirnya Opick berdzikir melalui lagu-lagu ciptaannya. Keputusan ini terkait dengan pengalaman sebuah memori. Dua orang yang sempat dikagumi Opick muda adalah: Qosim Nurseha dan Rhoma Irama. Opick sadar, setelah bertahun-tahun lewat, dakwah Qosim terlupa, tapi dendang Rhoma justru tetap terngiang. Dengan demikian, lagu akan menjadikan ‘nasihat’ lebih melekat.

 MALAM itu, Opick mengaku, dirinya tidak menguasai banyak alat musik. Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia nyanyi, kondisi itu tentu membuat kreativitasnya tidak luas. Ia memiliki keterbatasan. Namun, dalam keterbatasannya itu, Opick justru menemukan ketidakterbatasan. Mulanya, buat saya, agak membingungkan.

 Opick, seperti halnya para kreator, mengandalkan inspirasi. Pada saat menggubah lagu, dia merasa diberi tahu, oleh sesuatu yang tak terjelaskan. Ilham? Mungkin. Ah, tentu! Saat itulah, Opick mengaku, ia menemukan melodi dalam dzikirnya. Ketika ia mencoba menggumamkan lagu itu, seolah ada musik orkestrasi di belakang telinganya, menjadi latar yang agung. Ia memang memiliki keterbatasan, namun saat menggunakan ‘alat’nya yang sederhana itu, ada sesuatu yang tak terbatas, di luar dirinya, turut serta bernyanyi. Bahkan, dalam pejam matanya, ia sanggup melihat serangkai gambar bergerak sebagai ilustrasi dari cerita dalam lagunya. Tentang bagaimana ia minta belas kasih Tuhan. Tentang bagaimana ia berada dalam keranda mendekati akhir tujuan… Ketidakterbatasan itu, saya kira, adalah imajinasi.

 Segala yang lahir dari hati yang murni, menurut composer Dwiki Darmawan, akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Opick menulis lirik sederhana, tidak mengada-ada, namun perpaduan antara melodi dan kata-kata telah membangun keindahan. Malam itu, saya menerima keindahan yang lahir dari hati yang berserah diri.

 Mungkin segala yang diungkapkan oleh Opick bukan sebuah nasihat. Ia sedang menceritakan dirinya sendiri yang selalu rindu untuk dipandang sebagai orang biasa. Rasanya saya juga orang biasa. Untuk itu, saya mendadak ingin memiliki dua hal yang telah Opick punyai sebagai kekayaan: pencarian dan keterbatasan.

MALAM itu Opick meluncurkan sebuah buku sebagai cara dia berbagi. Untuk mengetahui bagaimana proses dia berangkat dan sampai di tempat sekarang. Untuk mengetahui makna dan perjalanan sebuah lagu yang dimulai dari hati dalam keterbatasan. Setidaknya ia berharap, ketika sepuluh orang saja menyenandungkan lagunya yang bermuatan istighfar, ada sepuluh orang yang mungkin akan menemukan manfaat dari lantunannya itu.

 Mungkin saya tak perlu membaca bukunya. Pengakuannya malam itu terasa lebih kaya dari yang ditulisnya. Melalui pencarian tak kenal lelah, Thomas Alva Edison menemukan lampu. Melalui pencarian tak kenal lelah, seorang salesman bisnis apa pun, mungkin memperoleh satu pelanggan. Dan dengan keterbatasan, setiap orang akan sanggup melahirkan imajinasi. Inilah kekuatan yang membuat setiap penemuan terjadi, hari demi hari.  (Kurnia Effendi, penulis cerpen, peneliti LPKP).

Download Album Opick from Mediafire (Password nasyid) :

Download Album Istighfar 2005 (Isi lagu : Astaghfirullah (Istighfar), Alhamdulillah ft Amanda, Kesaksian Diri, Ya Robbana ft Ust. Jefri, Allah Maha Besar, Shalawat Nabi, Kembali Pada Allah, Cukup Bagiku ft. Gito Rolies, Bila Waktu Tlah Berakhir, Tombo Ati).

Download Album Semesta Bertasbih 2006 (Isi lagu : Taqwa, Irhamna, Takdir, Teranglah Hati, 25 Nabi, Semesta Bertasbih, Bismillah, Satu Rindu, Buka Mata Buka Hati, Ya Rasul).

Download Album Ya Rahman 2007 (Isi lagu : Assalamu’alaikum (Song Theme RCTI Ramadhan), Taubat, Rapuh (Ost. Syamsul & Badriah), Pewaris Surga, Mendambamu, Haji, Allah Cinta, Beruntunglah, Ya Rahman, Khusnul Khotimah, Sedekah, Allahu Ya Salam).

Download Album Cahaya Hati 2008 (Isi Lagu : Hanya Allah, Cahaya Hati, Ya Nabi Salam, Alangkah Indah, Cinta Setulus Jiwa, Hamba Hamba Allah, Ketika Cinta, Allah Ya Nur, Tuhan Lindungilah, Ramadhan Tiba).

Download Album Dibawah Langit-Mu 2009 (Isi lagu : Di Bawah Langit Mu, Maha Melihat Feat Amanda, Asmaul Husna, Allah Maha Cahaya, DenganMu Ku Hidup, Shalawat Badar, Taffakur, Tak Cukupkah Semua, Engkau Allah, Lailahailallah Feat Snada).

Download Album Shollu ‘Ala Muhammad 2010 (Isi lagu : Shollu Ala Muhammad, Allahu Akbar, Andai Waktu Memanggil, DenganMu Aku Tenang, Sholawat Muhammad, Pengakuan (I’tiraf), Dunia Tanpa CintaNya, Tiada Duka Yang Abadi, Nyanyian Sepi, Istighfar Ampuni Aku).

Download Album Kompilasi of Opick 2006 (Isi lagu : Takdir ft. Melly Goeslaw, Satu Rindu ft. Amanda, Ya Rasul ft. Wafiq Azizah, Teranglah Hati ft. Pandawa Lima, Ya Rabbana ft. Ust. Jefri, Cukup Bagiku ft. Gito Rollies, Alhamdulillah ft. Amanda, Taqwa, 25 Nabi, Irhamna, Tombo Ati, Bismillah, Astaghfirullah (Istighfar), Buka Mata Buka Hati, Kembali Pada Tuhan).

Download Album The Best of Opick 2011 (Isi lagu : Assalamu’alaikum, Maha Penyayang [new], Maha Melihat ft. Amanda, Shollu’ala Muhammad ft FLO, Tombo Ati, Rapuh, Cahaya Hati, Astaghfirulloh, Takdir ft Melly G, Bila Waktu Tlah Berakhir, Haji, Keaguangan Mu [new], Rumput Bertasbih [new], Alhamdulillah ft Amanda).

Download Album Opick (From Indowebster) :

1. Opick – Cahaya Hati (2008).  Alternatif Opick – Cahaya Hati New Album 2008Opick – Cahaya_Hati.

2. Opick – Istighfar. Alternatif  Opick – Istighfar (2005).

3. Opick – Di Bawah LangitMu [2009]. Alternative Opick – Dibawah_Langit_Mu. Opick – Di Bawah LangitMu (2009).

4. Opick.zip.

5. Opick – Semesta_Bertasbih. Alternatif  Opick – Semesta Bertasbih (2006).

6. Opick – Ya_Rahman. Alternatif  Opick – Ya Rahman (2007).

7. Opick 2010 – Shollu Alla Muhammad.

Untuk yang menginginkan lirik lagu-lagu opick, klik link dibawah ini :

Semoga Bermanfaat.. AMIN YA RABB

About adisalannuary

Write What You Do and Do What You Write

Posted on Januari 2, 2012, in Ceramah Islami. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: